|
Breaking News

Xi Jinping Temui Kim Jong Un di Pyongyang, Tegaskan Aliansi China-Korut Tak Tergoyahkan

Oleh Redaksi

Selasa, 09 Juni 2026 --:-- WIB

Baca Artikel Singkat 10 detik
  • Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan bilateral pertamanya ke Pyongyang, Korea Utara, setelah absen selama tujuh tahun.
  • China menawarkan empat pandangan strategis baru untuk mempererat hubungan, mencakup komunikasi pemimpin, kerja sama ekonomi, hubungan antar-masyarakat, dan tata kelola global.
  • Kim Jong Un menegaskan komitmen penuh Korea Utara terhadap prinsip "Satu China" dan menempatkan hubungan kedua negara sebagai urusan strategis utama.

Sorotandunia.com, Pyongyang — Pemimpin tertinggi China dan Korea Utara menggelar pertemuan bilateral penting di Kumsusan Guesthouse, Pyongyang. Melansir laporan Antarasulteng yang mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Senin (8/6/2026), Presiden China Xi Jinping menegaskan posisi negaranya yang tidak akan berubah dalam menghargai persahabatan tradisional dan mendukung kepemimpinan Kim Jong Un di Korea Utara, terlepas dari dinamika situasi internasional.

Kunjungan ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan lawatan pertama Xi Jinping ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. Kehadiran delegasi Beijing disambut hangat oleh Kim Jong Un, yang menyebut Presiden China sebagai tamu kehormatan paling dihormati oleh rakyatnya. Kim Jong Un menilai keputusan Xi Jinping menjadikan Pyongyang sebagai destinasi luar negeri pertamanya tahun ini menunjukkan kedalaman hubungan kedua negara tetangga tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Xi Jinping memaparkan empat pandangan utama untuk mengarahkan masa depan hubungan bilateral. Poin pertama menekankan pentingnya interaksi langsung antar-pemimpin tertinggi guna memperkuat saling percaya secara politik, termasuk mengaktifkan pertukaran pengalaman tata kelola antarpandangan partai komunis kedua negara di bidang diplomasi, militer, dan penegakan hukum.

Poin kedua berfokus pada peningkatan kerja sama praktis untuk menyejahterakan rakyat. China menyatakan kesiapan menyelaraskan strategi pembangunan dengan Korea Utara melalui perluasan komitmen di sektor perdagangan, ekonomi, pertanian, konstruksi, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga sektor kesehatan medis.

Selanjutnya, poin ketiga menitikberatkan pada penguatan ikatan antar-masyarakat. Xi Jinping mengajak Korea Utara menjaga fasilitas peringatan martir Tentara Sukarelawan Rakyat China yang ada di Korut. Langkah ini diiringi rencana perluasan interaksi di bidang pendidikan, pariwisata, olahraga, media, sastra, seni, serta pertukaran pemuda dan kota kembar guna mewariskan sejarah perjuangan bersama kepada generasi muda.

Poin terakhir dari dokumen pandangan Xi Jinping mengusung konsep keadilan dan kebenaran global. Pemimpin China tersebut menawarkan konsep pembangunan komunitas senasib sepenanggungan demi mendorong tata kelola dunia yang lebih adil dan rasional.

Merespons paparan tersebut, Kim Jong Un menyatakan kesiapan seluruh departemen di pemerintahan Korea Utara untuk mengimplementasikan poin-poin kerja sama tersebut secara menyeluruh. Korea Utara berkomitmen memprioritaskan hubungan dengan China sebagai agenda strategis utama negara. Kim Jong Un juga menegaskan bahwa negaranya akan secara konsisten memegang teguh prinsip "Satu China" serta menyokong penuh kebijakan Beijing dalam menjaga kepentingan intinya.

Kunjungan diplomatik tingkat tinggi ke Pyongyang ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat penting pendamping Presiden Xi Jinping. Di antaranya tampak Sekretaris Sekretariat Partai Komunis China Cai Qi serta Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Sumber: Antara Sulteng

Baca Artikel Lainnya

</tbody> </table> </div> <!-- /wp:html -->

Bagikan artikel ini:
IDNWire WhatsApp Channel
IDNWire Resmi

Follow Saluran WhatsApp untuk Notifikasi Berita Terbaru

Berita Terbaru

Memuat artikel…

Thumbnail

Militer Iran Siagakan Rudal Balistik, Ancam Serang Israel dalam Skala Besar Jika Israel Nekat Membalas

</div> </td> </tr> </tbody> </table> </a> </td> </tr>

Thumbnail
China Integrasikan Misi Berawak dan Robotik Demi Target Mendarat di Bulan 2030